Buat lo
yang Cuma mikir kalau matematika itu hanya ngitung,rumus dan soal baiknya baca
dulu nih tulisan gue, kenapa lo mesti belajar matematika.
Ga bisa di
pungkiri kalo matematika itu buat sebagian besar orang adalah pelajaran yang begitu
serem, ngebosenin, kadang bikin ketek jadi basah, kadag bikin stress, apalagi
kalo disuruh guru maju kedepan kelas, rasanya pengen pura-pura pingsan..hehe
Trus Kalo mau ujian nih, biasanya pada ribut
ngapalin rumus-rumus. Kalo uda ketemu soal ujian biasanya pada bingung pake
rumus yang mana, otak jadi kaku banget.
Lo pernah
nanya nggak, ma guru lo, kalo ada rumus itu buat apaan?? Gunanya apa?? Dari
mana asalnya??. Dulu ada temen gue bilang “Apaan tuh rumus ga penting
keleesss” :D. gue sebagai pencinta matematika merasa sedih banget dengernya. :(
Dulu, gue
sering banget denger pepatah: “ Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak
cinta, tak cinta maka tak kenalan”. Jujur aja, apa yang lo rasa dulu juga gue
rasain. Walaupun gue kuliah di jurusan matematika sains, gue sering banget
ngedumel, ngapain sih gue belajar matematika. Apalagi kalo uda ketemu struktrur
aljabar, analisis rill, serem banget pokoknya. Hanya gue dan Tuhan yang tau
gimana perasaan gue hehe.. Lo bayangin aja, 4 tahun gue belajar matematika,
setiap hari bawa buku tebel pake bahasa inggris (bahasa Indonesia aja kadang
masih belum lurus), isinya rumus semua. Hidup gue rasanya kaku banget, dan
sampe akhirnya suatu ketika dan tanpa sengaja gue mendapat hidayah Hehe.
Hidayah gue
bermula ketika gue ngikutin suatu mata kuliah, trus dosennya asyik banget, gue
disuruh untuk baca buku “ Introduction to mathematical methods in
bioinformatics, Alexander Isaev, Springer”. Pelan-pelan gue baca tuh buku,
ternyata awal ceritanya tentang “Biological Sequencing” atau simpelnya tentang
barisan DNA manusia. Padahal itukan pelajaran biologi. Gue semakin penasaran
sama tuh buku, gue baca terus akhirnya gue baru nemu, kalo analisis kemiripan
DNA manusia tu yang buat adalah ahli matematika. Kok bisa ya?..
DNA sebagai idenditas manusia
Saat lo isi
formulir pendaftaran sekolah dulu tentunya salah satu idenditas yang diminta
adalah nama lo, tempat tanggal lahir, alamat rumah lo, trus golongan darah.
Kalo lo renungin, mungkin nggak nama lo identik dengan orang lain?. Jawabannya
mungkin. Trus tempat tanggal lahir lo, mungkin nggak identik dengan orang
lain?, jawabannya mungkin saja, misalnya lo lahir di rumah sakit yang sama dan
tanggal yang sama dengan orang lain. Trus alamat rumah, apakah alamat rumah lo
bisa identik dengan alamat rumah orang lain?. Jawabannya bisa, alamat rumah lo
sama dengan alamat rumah adek lo.hehe. Trus golongan darah, kita tau kalo
golongan darah Cuma “A”,”B”,”O”,”AB”, bisa jadi golongan darah lo sama dengan
orang lain. Berarti bisa jadi sebagian idenditas lo sama persis dengan orang
lain.
Nah
sebenarnya kita tu punya idenditas lain lagi loh, dimana Idenditas itu sifatnya
unik dan istimewa. Dijamin Cuma lo yang punya, ga mungkin akan identik sama
siapapun. Dialah “barisan DNA (Deoxyribonucleic Acid)” manusia. Barisan DNA
tersusun dari kode A (adenine), T (Thymine), C (Cytosine), dan G (Guanine).
Hebatnya lagi, seluruh bagian tubuh lo, dari ujung kaki sampai ujung rambut,
barisan DNA selalu sama.
Analisis kemiripan barisan DNA
Manusia
Lo bisa
bayangin nggak, misalnya suatu saat nanti lo menikah trus lo punya anak?. lo
secara fenotip punya cirri-ciri: berkulit putih, rambut lurus, ganteng, mata
sipit kayak bradpit, tinggi dan gagah. Trus istri lo juga cantik, putih, rambut
lurus, dan mata sipit. Trus saat anak yang lo tungu lahir, ternyata kulitnya
hitam, rambutnya keriting abis, matanya besar, pokoknya gada mirip-miripnya deh
ma lo. Kalo uda begini, lo tentu pasti galau kan, jangan-jangan bukan anak lo
atau anak hasil titipan tetangga.hehe
Trus, lo
juga bisa bayangin kayak tragedy jatuhnya pesawat MH 17 di Ukraina. Disitu
pastinya gada yang selamat, trus kondisi tubuh korban pun sulit untuk dikenali,
apalagi kalo sampe terpisah-pisah bagian tubuhnya. Pertanyaannya, gimana caranya tim DVI
nyocokin anggota tubuh yang terpisah tadi atau ngenalin idenditas si korban
sehingga bisa di kembalikan ke keluarganya. Gimana ya?
Nah,
jawabannya adalah dengan menggunakan barisan DNA.
Untuk kasus
yang pertama tadi, secara teori menurut hokum persilangan (mendel), hal semacam
ini bisa saja terjadi, bukankah anak adalah hasil persilangan dari kedua
orangtuanya dan bisa jadi yang diwariskan oleh lo dan istri lo adalah gen yang
kulittnya hitam, keriting, dll tadi. Namun hal itu hanya “Cuma mungkin”, tidak
pasti dan kurang meyakinkan.
Nah itu tadi cerita gue tentang matematika dan aplikasinya. Lo akan mulai menyukai sesuatu kalo lo tau asal-usul sesuatu itu, trus gunanya apa, dan sejauh mana manfaatnya untuk kehidupan. Yang jelas kalo mau mengaplikasikan matematika maka lo mesti kudu kuasai materi-materi dasarnya dulu. Buat lo yang masih SMA lo gue saranin pelajarin matematika jangan hanya menghapal, tapi lo coba untuk tau darimana datang rumus-rumus, konsep dasarnya seperti apa, dan kira-kira manfaat nya apa. Kalo lo ga nemu di buku, mungkin lo bisa Tanya ke guru lo, kalo belum juga nemu lo bisa hubungin gue via email atau facebook gue di https://www.facebook.com/hengki.muradi.
Nah
solusinya, lo bisa melakukan uji kemiripan barisan DNA lo dan Anak lo. Caranya
dokter biasanya akan mengambil darah atau rambut atau bagian tubuh lo untuk di
ambil informasi barisan DNA lo, tentunya hanya para ahli yang bisa
melakukannnya. Begitupun dengan anak lo. Setelah barisan DNA di dapat, maka
oleh ahli matematika (sekarang sudah menggunakan software, contohnya ClustwaW)
akan dihitung prosentase kemiripan barisan DNA lo dan Anak lo (Multiple
Sequences Alighment). Prosentase inilah yang akan menjadi alat ukur sehingga
dapat ditarik kesimpulan apakah dia adalah benar-benar anak lo atau bukan. Yang
jelas prosentase kemiripan tidak akan 100%, namun paling tidak akan mendekati 100%.
Untuk kasus
kedua, hampir sama dengan kasus yang pertama. Untuk bagian tubuh yang
terpisah-pisah, akan diambil informasi barisan masing-masing bagian tubuh lalu
dilakukan analisis prosentase kemiripan, nah jika ada prosentase kemiripan
bagian-bagian tubuh adalah 100% maka
dapat disimpulin bagian-bagian tubuh tersebut berasal dari tubuh yang sama.
Trus, untuk mengetahui idenditas seperti nama, keluarga, dll, dapat diperoleh
dengan membandingkan barisan DNA korban dengan barisan DNA keluarga korban yang
terdaftar sebagai penumpang maupun awak pesawat. Lagi-lagi yang dilihat adalah
prosentase kemiripan barisan DNA.
Nah itu tadi cerita gue tentang matematika dan aplikasinya. Lo akan mulai menyukai sesuatu kalo lo tau asal-usul sesuatu itu, trus gunanya apa, dan sejauh mana manfaatnya untuk kehidupan. Yang jelas kalo mau mengaplikasikan matematika maka lo mesti kudu kuasai materi-materi dasarnya dulu. Buat lo yang masih SMA lo gue saranin pelajarin matematika jangan hanya menghapal, tapi lo coba untuk tau darimana datang rumus-rumus, konsep dasarnya seperti apa, dan kira-kira manfaat nya apa. Kalo lo ga nemu di buku, mungkin lo bisa Tanya ke guru lo, kalo belum juga nemu lo bisa hubungin gue via email atau facebook gue di https://www.facebook.com/hengki.muradi.
Nice info.. :)
BalasHapus