Kamis, 09 Oktober 2014

MATEMATIKA MENGUNGKAP IDENDITAS MANUSIA

Buat lo yang Cuma mikir kalau matematika itu hanya ngitung,rumus dan soal baiknya baca dulu nih tulisan gue, kenapa lo mesti belajar matematika.
Ga bisa di pungkiri kalo matematika itu buat sebagian besar orang adalah pelajaran yang begitu serem, ngebosenin, kadang bikin ketek jadi basah, kadag bikin stress, apalagi kalo disuruh guru maju kedepan kelas, rasanya pengen pura-pura pingsan..hehe
Trus  Kalo mau ujian nih, biasanya pada ribut ngapalin rumus-rumus. Kalo uda ketemu soal ujian biasanya pada bingung pake rumus yang mana, otak jadi kaku banget.
Lo pernah nanya nggak, ma guru lo, kalo ada rumus itu buat apaan?? Gunanya apa?? Dari mana asalnya??. Dulu ada temen gue bilang “Apaan tuh rumus ga penting keleesss” :D. gue sebagai pencinta matematika merasa sedih banget dengernya. :(
Dulu, gue sering banget denger pepatah: “ Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak kenalan”. Jujur aja, apa yang lo rasa dulu juga gue rasain. Walaupun gue kuliah di jurusan matematika sains, gue sering banget ngedumel, ngapain sih gue belajar matematika. Apalagi kalo uda ketemu struktrur aljabar, analisis rill, serem banget pokoknya. Hanya gue dan Tuhan yang tau gimana perasaan gue hehe.. Lo bayangin aja, 4 tahun gue belajar matematika, setiap hari bawa buku tebel pake bahasa inggris (bahasa Indonesia aja kadang masih belum lurus), isinya rumus semua. Hidup gue rasanya kaku banget, dan sampe akhirnya suatu ketika dan tanpa sengaja gue mendapat hidayah Hehe.
Hidayah gue bermula ketika gue ngikutin suatu mata kuliah, trus dosennya asyik banget, gue disuruh untuk baca buku “ Introduction to mathematical methods in bioinformatics, Alexander Isaev, Springer”. Pelan-pelan gue baca tuh buku, ternyata awal ceritanya tentang “Biological Sequencing” atau simpelnya tentang barisan DNA manusia. Padahal itukan pelajaran biologi. Gue semakin penasaran sama tuh buku, gue baca terus akhirnya gue baru nemu, kalo analisis kemiripan DNA manusia tu yang buat adalah ahli matematika. Kok bisa ya?..

DNA sebagai idenditas manusia
Saat lo isi formulir pendaftaran sekolah dulu tentunya salah satu idenditas yang diminta adalah nama lo, tempat tanggal lahir, alamat rumah lo, trus golongan darah. Kalo lo renungin, mungkin nggak nama lo identik dengan orang lain?. Jawabannya mungkin. Trus tempat tanggal lahir lo, mungkin nggak identik dengan orang lain?, jawabannya mungkin saja, misalnya lo lahir di rumah sakit yang sama dan tanggal yang sama dengan orang lain. Trus alamat rumah, apakah alamat rumah lo bisa identik dengan alamat rumah orang lain?. Jawabannya bisa, alamat rumah lo sama dengan alamat rumah adek lo.hehe. Trus golongan darah, kita tau kalo golongan darah Cuma “A”,”B”,”O”,”AB”, bisa jadi golongan darah lo sama dengan orang lain. Berarti bisa jadi sebagian idenditas lo sama persis dengan orang lain.
Nah sebenarnya kita tu punya idenditas lain lagi loh, dimana Idenditas itu sifatnya unik dan istimewa. Dijamin Cuma lo yang punya, ga mungkin akan identik sama siapapun. Dialah “barisan DNA (Deoxyribonucleic Acid)” manusia. Barisan DNA tersusun dari kode A (adenine), T (Thymine), C (Cytosine), dan G (Guanine). Hebatnya lagi, seluruh bagian tubuh lo, dari ujung kaki sampai ujung rambut, barisan DNA selalu sama.

Analisis kemiripan barisan DNA Manusia

Lo bisa bayangin nggak, misalnya suatu saat nanti lo menikah trus lo punya anak?. lo secara fenotip punya cirri-ciri: berkulit putih, rambut lurus, ganteng, mata sipit kayak bradpit, tinggi dan gagah. Trus istri lo juga cantik, putih, rambut lurus, dan mata sipit. Trus saat anak yang lo tungu lahir, ternyata kulitnya hitam, rambutnya keriting abis, matanya besar, pokoknya gada mirip-miripnya deh ma lo. Kalo uda begini, lo tentu pasti galau kan, jangan-jangan bukan anak lo atau anak hasil titipan tetangga.hehe
Trus, lo juga bisa bayangin kayak tragedy jatuhnya pesawat MH 17 di Ukraina. Disitu pastinya gada yang selamat, trus kondisi tubuh korban pun sulit untuk dikenali, apalagi kalo sampe terpisah-pisah bagian tubuhnya.  Pertanyaannya, gimana caranya tim DVI nyocokin anggota tubuh yang terpisah tadi atau ngenalin idenditas si korban sehingga bisa di kembalikan ke keluarganya. Gimana ya?

Nah, jawabannya adalah dengan menggunakan barisan DNA.
Untuk kasus yang pertama tadi, secara teori menurut hokum persilangan (mendel), hal semacam ini bisa saja terjadi, bukankah anak adalah hasil persilangan dari kedua orangtuanya dan bisa jadi yang diwariskan oleh lo dan istri lo adalah gen yang kulittnya hitam, keriting, dll tadi. Namun hal itu hanya “Cuma mungkin”, tidak pasti dan kurang meyakinkan.

Nah solusinya, lo bisa melakukan uji kemiripan barisan DNA lo dan Anak lo. Caranya dokter biasanya akan mengambil darah atau rambut atau bagian tubuh lo untuk di ambil informasi barisan DNA lo, tentunya hanya para ahli yang bisa melakukannnya. Begitupun dengan anak lo. Setelah barisan DNA di dapat, maka oleh ahli matematika (sekarang sudah menggunakan software, contohnya ClustwaW) akan dihitung prosentase kemiripan barisan DNA lo dan Anak lo (Multiple Sequences Alighment). Prosentase inilah yang akan menjadi alat ukur sehingga dapat ditarik kesimpulan apakah dia adalah benar-benar anak lo atau bukan. Yang jelas prosentase kemiripan tidak akan 100%, namun paling tidak akan mendekati 100%. 

Untuk kasus kedua, hampir sama dengan kasus yang pertama. Untuk bagian tubuh yang terpisah-pisah, akan diambil informasi barisan masing-masing bagian tubuh lalu dilakukan analisis prosentase kemiripan, nah jika ada prosentase kemiripan bagian-bagian tubuh adalah 100%  maka dapat disimpulin bagian-bagian tubuh tersebut berasal dari tubuh yang sama. Trus, untuk mengetahui idenditas seperti nama, keluarga, dll, dapat diperoleh dengan membandingkan barisan DNA korban dengan barisan DNA keluarga korban yang terdaftar sebagai penumpang maupun awak pesawat. Lagi-lagi yang dilihat adalah prosentase kemiripan barisan DNA. 

Nah itu tadi cerita gue tentang matematika dan aplikasinya. Lo akan mulai menyukai sesuatu kalo lo tau asal-usul sesuatu itu, trus gunanya apa, dan sejauh mana manfaatnya untuk kehidupan. Yang jelas kalo mau mengaplikasikan matematika maka lo mesti kudu kuasai materi-materi dasarnya dulu. Buat lo yang masih SMA lo gue saranin pelajarin matematika jangan hanya menghapal, tapi lo coba untuk tau darimana datang rumus-rumus, konsep dasarnya seperti apa, dan kira-kira manfaat nya apa. Kalo lo ga nemu di buku, mungkin lo bisa Tanya ke guru lo, kalo belum juga nemu lo bisa hubungin gue via email atau facebook gue di https://www.facebook.com/hengki.muradi



1 komentar: